We Can Take From Our Life Up To What We Put To It……..

MEMPERBAIKI INDONESIA INI

Bagaimana caranya? Batasi kebebasan pers. Gila ya? Klo iya kenapa? Wkwkwkw……….marah? sabar,,,,,baca dulu yang lengkap, wartawan sekarang klo lagi memburu berita kya lagi memburu ayam. lari kesana-kesini, senggol sana-sini, desak sana sini, paksa sana-sini, yang ga mau mangap dibikin mangap, yang mau pergi dihalang-halangi,

mbok yo,,, klo dah ga mau diwawancarai ya udah,,, berarti privasi pribadi… klo buru-buru masuk mobil ya udah,,, sapa tau dah kebelet ngupil, klo di mobil kan bisa jaga image, klo ga mau membeberkan…..ya berarti rahasia…

masa alutsista TNI mo dibeberkan, klo malaysia tau, habislah negeri ini.

media massa ga menyadari, klo sebenernya dia itu komponen utama pembentuk sugesti bangsa. yang bisa membentuk semangat nasional menuju perbaikan nasib. apapun itu, media cetak ataupun elektronik. koran, majalah, radio, apalagi TV. bukankah itu semua sumber informasi yang strategis untuk semua kalangan masyarakat? mo dari tukang sapu jalanan, mpe malaikat (maut) yang ada di senayan semua butuh informasi dari media massa.

but, sepertinya bukan itu yang dicamkan oleh media massa. yang selalu ditekankan, bagaimana caranya supaya pemasang iklan mau memasang iklan di situ. ya, duit cuma ngejar duit.

kita bahas TV aja, yang paling kuat diantara media massa lain. sekarang orang lebih senang menerima informasi dalam bentuk audio visual. gambarnya ada, tulisannya ada, suaranya ada. itu sebenernya yang menjadi kekuatan TV untuk bisa membentuk sugesti masyarakat.

tapi, ya lagi-lagi duit. yang penting rating tinggi… yang paling ditonton banyak orang! biar pemasang iklan tertarik nimbrung di situ. biar dapet duit banyak… sinetron yang pemegang rekor rating tertinggi, owh,, berarti kita banyakin aja sinetron, mo bermutu apa ga, yang penting ada nangis-nangisnya. mo banyak kasus kekerasan dalam rumah tangga, peduli amat, kan bukan pengaruh nonton sinetron. acara gaib lagi tinggi nih ratingnya, owh,, berarti kita cari dukun buat keliling kuburan. mo bermutu apa ga, yang penting ada kamera pengintai. lambaikan tangan aja klo dah ga kuat. mo banyak kasus kesurupan di sekolah, peduli amat, kan bukan pengaruh nonton acara gaib. nonton koq yang begituan, nunggu lama-lama koq buat liat setan. udah keliatan malah tutup mata. klo ga keliatan yang penting seru, dapet deg-degannya. “udah, kamu belajar aja, bapak tungguin sambil nonton tv.” “ga ah pak, ntar aku kelewatan penampakannya” (keluarga Para Pencari Setan)

berita dibuat kya sinetron, biar ratingnya bisa naik. peduli amat mo fair mo enggak, yang penting orang gregetan klo liat beritanya. mo terbentuk opini publik yang menyimpang, peduli amat, kan bukan pengaruh nonton berita.

ada berita heboh, mo bermanfaat mo enggak, yang penting rating tinggi, mo jadi banyak yang pengen nonton video heboh, peduli amat, kan bukan pengaruh nonton berita. yang penting duit! duit! duit! dan duit! persetan dengan duit!

makan tuh duit hasil merusak bangsa! kenapa sih,,, ga bikin acara yang mendidik aja… klo ga bisa mendidik, setidaknya yang menghibur, klo ga bisa menghibur, setidaknya menampilkan sesuatu apa adanya, ga usah lebay, dibikin kya sinetron. tontonan orang kampungan.

tayangkan aja pemandangan alam yang bagus di negeri ini, biar pada ngerti pemandangan indonesia itu ga seburuk pemandangan di kota. tayangkan aja budaya-budaya indonesia yang indah, biar pada ngerti budaya indonesia itu lebih arif ketimbang budaya barat.

tayangkan aja prestasi-prestasi indonesia yang mengagumkan, biar pada ngerti indonesia itu bukan negeri bodoh dan korup. bule aja suka budaya indonesia, kita malah tergila-gila ma budaya mereka. klo emang harus menyampaikan informasi yang buruk, sampaikan itu apa adanya, ga perlu diberi bumbu macam-macam. sebisa mungkin rakyat hanya sempat melihat/ mendengar berita itu. tanpa sempat mengingatnya. biar yang berwenang menyelesaikan berita buruk itu.

rakyat sudah cukup menderita, tak perlu ditambah dengan memikirkan korupsi para pejabat. rakyat sudah cukup gelisah, tak perlu ditambah dengan meresahkan beredarnya video laga di ranjang. rakyat sudah cukup kampungan, tak perlu ditambah dengan pendidikan sinetron yang kampungan. rakyat sudah cukup bodoh, tak perlu dibodohi dengan pemberitaan yang memperbodoh. bagi orang pinter yang disana, please, kami orang gila makin gila karena tingkahmu. kalau mau memperbodoh, bodohi kami, orang gila. jangan bodohi yang sudah bodoh. samudra tak perlu ditambah garam. tapi sungai perlu diberi lumpur, biar bisa jadi air bah yang menenggelamkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: